Pendahuluan
Kemiskinan
merupakan konsep multi dimensi tentang kesejahteraan manusia yang meliputi
berbagai ukuran tradisional tentang kemakmuran misalnya pendapatan, kesehatan,
dan keamanan. Jebakan kemiskinan yang membelenggu penduduk miskin sebagai akar
segala ketidakberdayaan telah menggugah perhatian masyarakat dunia, sehingga
isu kemiskinan menjadi salah satu isu sentral dalam Millenium Development
Goals (MDGs) yang dideklarasikan oleh PBB pada tahun 2000. PBB mengharapkan
seluruh negara yang menjadi anggotanya dapat mengurangi jumlah penduduk miskin
dan kekurangan pangan di masing-masing negara hingga 50 % pada tahun 2015.
Di
Indonesia pengentasan kemiskinan terus dilakukan sejak Indonesia merdeka dengan
berbagai macam program, namun sampai saat ini masih dijumpai masyarakat miskin
diberbagai wilayah yang tersebar di 34 provinsi. Jumlah penduduk miskin bisa
bertambah seiring dengan adanya kebijakan pemerintah yang menaikkan tarif dasar
listrik, pengurangan subsidi BBM dan peningkatan upah minimum provinsi. Pemerintah
Kota Palangka Raya sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah, sama seperti Kota-Kota
lain di Indonesia juga telah melakukan
usaha pengentasan kemiskinan secara terus menerus dengan berbagai program
dihampir semua SKPD.
Pengertian Kemiskinan
Menurut Bappenas
(2002), kemiskinan adalah suatu situasi dan kondisi yang dialami seseorang atau
sekelompok orang yang tidak mampu menyelenggarakan hidupnya sampai suatu taraf
yang dianggap manusiawi. Dengan pendekatan ini,kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan
dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang
diukur dari sisi pengeluaran.
Konsep Pemberdayaan Masyarakat
Memberdayakan masyarakat adalah upaya untuk meningkatkan harkat dan martabat lapisan masyarakat yang
Dampak Sosial Ekonomi Program Penanganan Kemiskinan melalui kegiatan
life skills dalam kondisi sekarang tidak mampu untuk melepaskan diri
dari perangkap kemiskinan dan keterbelakangan. Dengan
kata lain memberdayakan adalah memampukan dan memandirikan masyarakat.
Pendekatan Dalam Pemberdayaan Masyarakat
Pendekatan utama
dalam konsep pemberdayaan adalah bahwa masyarakat tidak dijadikan objek dari
berbagai proyek pembangunan, tetapi merupakan subjek dari upaya pembangunan itu
sendiri. Berdasarkan konsep demikian, maka pemberdayaan masyarakat harus
mengikuti pendekatan sebagai berikut:
1.
Upaya itu harus terarah (targetted), ditujukan langsung kepada yang memerlukan, dengan
program yang dirancang untuk mengatasi masalah dan sesuai kebutuhan masyarakat.
2.
Program ini harus langsung mengikutsertakan atau bahkan
dilaksanakan oleh masyarakat yang menjadi sasaran.
Sebagian besar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang ada dalam lingkup Pemerintah
Kota Palangka Raya maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mempunyai program untuk mengentaskan
kemiskinan warganya, karena pada akhirnya tujuan pembangunan adalah
meningkatkan kesejahteaan seluruh rakyat Indonesia dimanapun berada.. Masing-masing
SKPD mempunyai karakteristik dan sasaran
yang berbeda dalam usaha pengentasan kemiskinan yang diprogramkan
Balai
Pelatihan Dan Pengembangan Pendidikan Non Formal, Informal (Bp2pnfi)
Balai
Pelatihan dan Pengembangan Pendidikan Non Formal, Informal selanjutnya
disingkat BP2PNFI berdiri diatas tanah seluas 2,5 hektar beralamat di jalan
Cilik Riwut km 5,5 Palangka Raya.
Lembaga ini merupakan UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) Dinas
Pendidikan Provinsi
KalimantanTengah.
Secara garis
besar tugas pokok BP2PNFI ada 3 yaitu:
1. Bidang pendidikan,
2. Bidang diklat
3. Bidang
kursus dan ketrampilan /life skill.
Program
pendidikan meliputi :program Pendidikan usia dini (Paudni), Program Kesetaraan,
Program Keaksaraan Fungsional. Program Diklat dilakukan secara kontinyu baik
untuk meningkatkan ketrampilan interen organisasi maupun dengan mitra kerja.
Sedangkan life skill berupa kursus-kursus seperti, Tata Kecantikan
Rambut, Menjahit, Las, Komputer, Tata Boga, dan Bahasa Inggris.
Badan
Pemberdayaan Masyarakat
Beberapa
kegiatan yang telah dilakukan pada tahun
2012 adalah:
1. Program peningkatan peranan wanita
menuju keluarga sehat sejahtera (P2W-KSS)
2. Pembinaan usaha kuliner dengan program
bantuan alat produksi / alat perancang serba guna. para kelompok pengusaha
kecil yang bergerak di bidang kuliner di sekitar Pasar Kahayan.
3. Bantuan mesin pemisah duri dan daging
ikan di berikan kepada kelompok pedagan ikan di Pasar Kahayan.
4. Pembinaan kelompok usaha pemulung berupa
bantuan gerobak untuk mengangkut barang bekas kepada 30 orang pemulung yang ada
di kota Palangka Raya.
5. Pemanfaatan lahan tidur dengan tanaman
produktif pada warga di Kereng Bangkirai.
6. Pelatihan
keterampilan jahit dan bordir pada 30 orang ibu di sekitar Kota Palangka Raya.
7. Pelatihan tata rias wajah dan rambut
pada 30 orang ibu di sekitar Kota Palangka Raya.
8. Pelatihan dan keterampilan sulam pita
dan payet pada 30 orang ibu di sekitar kota palangka raya.
Badan
Amil Zakat
Badan
Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyalurkan bantuannya kepada masyarakat terutama
untuk pedagang kecil melalui bantuan Pinjaman Bergulir. Besarnya pinjaman yang
diberikan berkisar antara Rp. 1.000.000,00 – Rp. 2.000.000,00 / orang (pedagang
kecil) dengan waktu peminjaman 10 – 12 bulan.
Dinas
Sosial Kota Palangka Raya
Adapun
perencanaan program di Dinas Sosial Kota Palangka Raya dalam rangka pengentasan
kemiskinan adalah sebagai berikut:
1. Program Keluarga Harapan (PKH).
2. Pelatihan dan keterampilan bagi
penyandang masalah kesejahteraan sosial (fakir miskin)
3. Pelatihan dan keterampilan bagi anak
terlantar.
4. Pelatihan dan keterampilan bagi lanjut
usia (lansia).
5. Pelatihan dan keterampilan bagi korban
tindak kekerasan.
6. Pelatihan dan keterampilan bagi
penyandang penyakit sosial.
Dinas
Pertanian Kota Palangka Raya
Program dan
kegiatan Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kota Palangka Raya Tahun 2013
yang dibiayai dari APBD Kota dan APBN (Dana DAK) dan sumber yang Lainnya adalah
Pengembangan Budidaya Perikanan.
1.
Program pengembangan perikanan Budidaya
a. Kegiatan pengembangan
sistem Pembenihan produksi dan usaha pembudidayaan ikan.
b.
Kegiatan
Pengembangan Prasaranan dan Sarana Pembudidayaan Ikan
c.
Pendataan
dan Monev Unit Pembenihan Rakyat (UPR), wirausaha perikanan budidaya dan PM2L.
d. Pengumpulan, pengolahan, dan penyajian
data statistik perikanan.
e. Wirausaha peningkatan Budidaya
2
Program pengembangan perikanan Tangkap
a.
Kegiatan
Pengembangan Usaha Penangkapan Ikan dan Pemberdayaan Nelayan Skala Kecil
3
Program Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengawasan dan
Pengendalian Sumber Daya Kelautan.
4.
Program Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengawasan dan
Pengendalian Sumber Daya Kelautan.
a. Kegiatan Pengembangan Usaha Penangkapan
Ikan dan Pemberdayaan Nelayan Skala Kecil
5.
Program Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengawasan dan
Pengendalian Sumber Daya Kelautan.
a. Kegiatan pengawasan perairan.
Keluaran
: meningkatkan pengawasan pengendalian sumberdaya perikanan yang terpadu dan
terkoordinasi.
6.
Program Penelitian dan Pengembangan IPTEK
a. Kegiatan lanjutan kerjasama peningkatan
kualitas SDM dan pemanfaatan IPTEK Bidang Perikanan dengan UNPAR.
Kesimpulan
Usaha
pengentasan kemiskinan kota Palangka Raya terus dilakukan secara serentak lewat
masing-masing SKPD, mulai menampakkan hasilnya. Berikut program yang
dilaksanakan SKPD untuk memperbaiki kondisi sosial ekonomi warganya :
1. BP2PNFI secara periodik melaksanakan kegiatan
pemberantasan buta aksara, penyelenggaraan program belajar paket A, B, dan
C,. dan penyelenggaraan pendidikan PAUD
yang meliputi penitipan anak, Kelompok Belajar, dan Taman-Kanak-kanak.
Disamping itu warga binaan juga diberikan ketrampilan hidup berupa kursus –
kursus seperti : menjahit, bengkel, dan lain-lain.
Kelemahan dari kegiatan
yang dilaksanakan oleh BP2PNFI adalah sangat tergantung dari tahun
anggaran dan tak ada kelanjutannya. Di
samping itu monitoring terhadap warga yang pernah menjadi binaan tidak
dilakukan secara terus-menerus sehingga tidak diketahui tingkat keberhasilan
warga yang pernah dibina.
2. Badan Pemberdayaan Masyarakat
Badan ini sudah banyak
melakukan kegiatan dalam memperdayakan masyarakat agar terentas dari
kemiskinan dengan berbagai macam kegiatan seperti : bantuan gerobak bagi
pemulung dan dagang pentol, bantuan pemisah tulang ikan, pemanfaatan lahan
kosong dan lain-lain.
Kelemahan yang dihadapi
dalam pelaksanaan kegiatan program di badan ini adalah: kurangnya anggaran dan tidak
termonitornya dengan baik warga yang pernah dibantu. Bisa saja warga
berkali-kali mendapat bantuan yang sama tapi domisilinya berpindah-pindah.
3. Badan Amil Zakat sebagai lembaga
keumatan telah banyak membantu warga miskin dengan memberikan pinjaman dana
bergulir untuk usaha produktif. Berbagai macam jenis usaha yang digeluti oleh
warga yang mendapat bantuan dari usaha gorengan hingga penggergajian kayu.
Pinjaman yang bermahar sukarela itu termasuk sangat lancar dalam
pengembaliannya. Sayangnya tidak semua warga yang mau meminjam bisa dipenuhi
karena ketersediaan dana tergantung dari jumlah dana yang tersedia dan donator.
4. Dinas Sosial menangani warga miskin yang
menyandang masalah sosial dan penyakit sosial. Anggaran yang tersedia terbatas sehingga
gerak langkahnya tak nampak di lapangan.
5. Dinas Pertanian dan Perikanan, dalam
penelitian ini bagian perikanan yang dijadikan fokus dalam penelitian, karena
kebutuhan ikan untuk kota sangat besar, begitu pula peluang usaha sangat
terbuka khususnya usaha ikan keramba di sungai Kahayan sekitar Pahandut
Seberang dan Pelabuhan Rambang. Kelemahannya adalah banyaknya data yang sulit
ditemukan lagi di lapangan dengan berbagai kemungkinan yang menyebabkan seperti
pindah tempat, pindah usaha, gagal dan lain-lain.
Rekomendasi.
1. Pengentasan kemiskinan bukan pekerjaan
yang mudah sehingga perlu koordinasi yang mantap diantara SKPD, dengan
mengedepankan kinerja, dan mengurangi egosentris masing-masing SKPD.
2. Monitoring dan pembinaan yang
berkelanjutan sangat perlu sehingga warga yang sudah sempat diberikan pelatihan
dan pinjaman terus ada tali silaturahmi dan terus memacu pengembangan usaha
sesuai dengan kemajuan zaman.
3. Perlu adanya catatan yang terpelihara
sehingga terhindar dari warga yang berulang kali mendapat bantuan yang sama
dengan cara berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
DAFTAR
PUSTAKA
Arikunto, S. Prosedur
Penelitian, Suatu Pendekatan Praktis. PT. Rineka Cipta, Jakarta. 1998.
BAPPENAS, Strategi Nasional
Penanggulangan Kemiskinan, sekrtariat kelompok Kerja Perencanaan Makro
Penanggulangan Kemiskinan, 2005
Haryati
Roebyantho, dkk. Dampak Sosial Ekonomi Program Penanganan Kemiskinan Melalui KUBE Jakarta; P3KS Press, 2011.
Hidayanti. P, Pengembangan Masyarakat Kemiskinan dan
Upaya Pemberdayaan, komunitas jurnal Masyarakat Islam, Jurnal Volume
2, Nomor 1, Juni 2006.
Jhon Friedman dalam Ala, B. Andre.. Kemiskinan dan
Strategi Memerangi Kemiskinan. Liberti Offset. 1996
Tadjuddin, Noer Effendi. 1995. Sumber Daya Manusia
Peluang Kerja dan Kemiskinan. Cetakan 11. Yogyakarta: PT. Tiara Wacana
Yogyakarta.
______,1998. Kesempatan Kerja Sektor Informal di
Daerah Perkotaan, Indonesia
(Analisis
Pertumbuhan dan Peranannya), dalam Majalah Geografi Indonesia. Th 1, No.2, September 1988, hal 1-10
Todaro. Michael P. 2000. Pembangunan Ekonomi,
Edisi Kelima, Jakarta: Erlangga
Zadjuli, Imam Suroso. 1995. Penanggulangan Kemiskinan,
Problem dan Strategi
Pengentasannya.
Surabaya:
Universitas Airlangga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar